Sunday, May 17, 2020

10 tips sukses sidang tesis dan disertasi

Ini merupakan Tulisan Dr. Sunu Wibirama (UGM) Saya kutipkan untuk catatan pribadi.

  1. Jangan pernah bicara tanpa justifikasi yang kuat. Pastikan pemilihan metodologi, pemilihan masalah penelitian, dan metode analisis data dilandasi dengan alasan kuat. Kutip referensi dari jurnal-jurnal bereputasi tinggi, kalau perlu hafalkan nama penulis artikelnya dan tahun terbitnya. Ingat, yang Anda hadapi adalah dosen penguji dengan pengalaman riset lebih lama dari Anda.
  2. Hindari kesalahan ketik dan kesalahan penulisan, SEKECIL APAPUN. Misal, jangan sampai Anda menulis istilah asing dengan format font biasa (tidak italic). Hal-hal kecil seperti ini sangat "insulting" untuk beberapa dosen. Biasanya mereka akan menyerang Anda seperti ini, "Anda menulis saja tidak becus, bagaimana mau jadi seseorang bergelar magister / doktor? Kasihan masyarakat, membaca tulisan Anda yang amburadul!"
  3. Pastikan alur cerita presentasi Anda "nyambung". Jangan sampai ada "missing link" di sana. Khusus untuk alur ini, anggap saja dosen-dosen di depan Anda adalah orang awam, sehingga Anda perlu jelaskan langkah-langkah penelitian Anda dalam alur yang runtut.
  4. Jangan pernah melakukan MANIPULASI DATA. Percayalah, kebohongan Anda akan terbongkar, sebab para dosen adalah orang-orang yang sudah bertahun-tahun bergelut dengan berbagai macam data, baik data yang keliru maupun data yang benar.
  5. Jangan berlebihan memuji-muji usulan metode atau solusi dalam tesis Anda. Setiap metode atau solusi pasti memiliki kelemahan. Lakukan analisis yang adil, apa kelebihan metode Anda dan apa keterbatasan metode yang Anda usulkan. Analisis yang adil akan memantik ide penelitian baru, yang justru menjadi inti dari mengapa perlu ada riset yang berkesinambungan di topik tersebut.
  6. Pada saat Anda menuliskan saran (di bagian Saran dan Kesimpulan), jangan mengkritisi metode yang Anda usulkan, yang menyebabkan metode tersebut terkesan tidak valid. Misalnya, Anda merekrut partisipan 35 orang dalam eksperimen yang Anda lakukan. Di bagian saran, Anda menyampaikan, “Penelitian selanjutnya hendaknya menggunakan partisipan lebih dari 35 orang”. Saran ini membuat metode dan eksperimen yang Anda lakukan terkesan serampangan dan secara otomatis hasil eksperimen Anda dianggap tidak valid.
  7. Jaga emosi. Beberapa dosen terkadang “menguji tingkat kecerdasan emosi” Anda dengan melontarkan kritik-kritik tajam di naskah Anda. Jika Anda merasa bahwa Anda tidak mengetahui jawaban pertanyaan mereka, jangan terbawa emosi untuk berbohong dan berkelit. Cukup katakan seperti ini, “Terima kasih atas pertanyaannya, Bapak / Ibu. Terus terang jawaban atas pertanyaan ini tidak bisa langsung saya jawab saat ini, sebab saya perlu mengkaji lebih dalam literatur yang terkait dengan pertanyaan Bapak / Ibu. Jika berkenan, saya akan mencoba menjawab pertanyaan ini pada naskah hasil revisi?” Jawaban yang elegan menunjukkan kecerdasan emosi yang tinggi.
  8. Pelajari bagaimana proses sidang berjalan. Anda bisa bertanya pada mahasiswa-mahasiswa lain yang sudah presentasi. Hal-hal apa yang harus dipersiapkan, model pertanyaan yang muncul, kelengkapan presentasi yang harus disiapkan (misal: konverter LCD projector ke laptop). Jangan sampai Anda melakukan hal konyol, meminjam konverter kabel LCD projector ke dosen penguji pada saat hari H sidang tesis atau disertasi. Pastikan juga slide Anda bisa ditampilkan di LCD projector yang akan Anda gunakan. Intinya, pastikan “zero technical problem”.
  9. Jika Anda menampilkan gambar atau grafik tertentu pastikan gambar yang Anda tampilkan terlihat jelas. Ukuran font pada grafik jangan terlalu kecil. Pastikan juga Anda warna satu variabel dengan variabel lain pada tabel batang bisa dibedakan dengan jelas. Intinya, mudahkan dosen penguji Anda untuk melihat data Anda dengan baik, tanpa intepretasi ganda.
  10. Tips terakhir adalah berlatih berbicara dan presentasi dalam rentang waktu yang ditentukan (biasanya 15-20 menit untuk sidang master dan 30-45 menit untuk sidang doktoral).
Tips ini—meskipun sangat klasik—tidak boleh Anda remehkan. Berbicara membantu kita untuk menyusun alur cerita, serta membantu kita untuk mengidentifikasi poin-poin penting yang terlewat saat presentasi. Lakukan latihan MINIMAL dua kali presentasi di depan rekan satu lab Anda, atau di depan dosen pembimbing. Pastikan informasi penting tersampaikan tanpa melewati batas waktu maksimal.

Semoga sukses ya guys, keluarkan jurus terbaik kalian!
Good luck!
Jangan lupa klik Like dan Follow:
FB: http://facebook.com/WibiramaSunu
Youtube: http://youtub.com/wibirama
IG: http://instagram.com/sunu_wibirama
Demikian, semoga bermanfaat.

0 Comments

Post a Comment

Mari komentar dan berdiskusi...